Bagaimana indra diteliti
Pada 1851, Hermann von Helmholtz menerbitkan cara melihat retina hidup melalui pupil, sesuatu yang belum pernah dapat dilakukan sebelumnya.
Titik tempat benda tidak terlihat
Melihat bagian dalam mata
Selama sebagian besar sejarah, tidak ada yang dapat melihat bagian belakang mata hidup. Hermann von Helmholtz, dokter dan fisikawan Jerman, memecahkan masalah itu dengan alat yang diperkenalkan dan dipublikasikannya pada 1851: oftalmoskop. Alat itu menerangi bagian dalam mata agar pemeriksa dapat melihat cahaya yang kembali dari retina. Dalam beberapa tahun, dokter mulai menjelaskan kondisi retina yang sebelumnya belum pernah terlihat pada pasien hidup.
Cahaya di dalam mata dibiaskan oleh beberapa lapisan, dan lensa berubah bentuk, sehingga jalurnya sangat sulit dihitung. Allvar Gullstrand, dokter mata Swedia, memecahkan masalah ini melalui sekitar dua puluh tahun penelitian yang dimulai dengan tesisnya pada 1890. Ia menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 1911 atas penelitiannya tentang dioptrika mata, yaitu cara mata membiaskan cahaya.
Rasa baru dan telinga dalam
Pada 1908, Kikunae Ikeda, profesor kimia di Tokyo, berupaya menjelaskan rasa dashi, kaldu yang dibuat dari rumput laut kelp. Ia mengenali senyawa utamanya sebagai garam asam glutamat dan menamai rasanya umami. Dalam OpenStax disebutkan bahwa umami baru diakui sebagai rasa dasar kelima pada pertengahan 1980-an, setelah penelitian menunjukkan cara rasa itu dideteksi.
Georg von Békésy, fisikawan kelahiran Hungaria, mempelajari koklea dan menerima Hadiah Nobel 1961 atas penemuan mekanisme fisik rangsangan di dalamnya. Percobaannya menjelaskan bagaimana suara menimbulkan gelombang yang merambat sepanjang membran basilar, seperti yang kamu pelajari saat membahas telinga.
Molekul untuk setiap indra
Penelitian indra berkali-kali mendapat Hadiah Nobel. Pada 1967, Ragnar Granit, Haldan Hartline, dan George Wald bersama-sama menerimanya atas penelitian kimia dan fisiologi penglihatan. Pada 1981, David Hubel dan Torsten Wiesel mendapat penghargaan atas penelitian cara otak mengolah informasi visual. Penciuman termasuk indra yang paling akhir dijelaskan. Pada 1991, Richard Axel dan Linda Buck menerbitkan penemuan keluarga besar gen reseptor bau, lalu menerima penghargaan pada 2004. Suhu dan sentuhan baru dijelaskan kemudian: David Julius mengenali reseptor kapsaisin TRPV1 pada 1997, Ardem Patapoutian mengenali kanal Piezo pada 2010, dan keduanya bersama-sama menerima penghargaan pada 2021.
Ringkasan Nobel 2021 diawali gagasan yang jauh lebih tua. Pada abad ke-17, René Descartes membayangkan benang yang membentang dari kulit ke otak, sehingga kaki di dekat api akan menarik benang. Benang itu ternyata adalah saraf, dan tarikannya ternyata berupa terbukanya kanal ion pada membran ujung saraf. Banyak tahap perkembangan di antara kedua gambaran itu tercantum dalam garis waktu di bawah.
- 1660-an: Mariotte menjelaskan bintik buta.
- 1834: Addams menjelaskan ilusi air terjun.
- 1851: Helmholtz menerbitkan uraian oftalmoskop.
- 1889: Müller-Lyer menerbitkan ilusi garisnya.
- 1908: Ikeda menamai umami.
- 1911: Gullstrand: Hadiah Nobel untuk dioptrika mata.
- 1961: Békésy: Hadiah Nobel untuk koklea.
- 1976: McGurk dan MacDonald: "Hearing lips and seeing voices".
- 1991: Axel dan Buck menemukan gen reseptor bau (Hadiah Nobel 2004).
- 1997: Julius mengenali TRPV1, reseptor kapsaisin.
- 2010: Patapoutian mengenali Piezo1 dan Piezo2 (Hadiah Nobel 2021).
- Siapa yang dikenal sebagai penemu bintik buta?
- Edme Mariotte
- Hermann von Helmholtz
- Kikunae Ikeda
- Linda Buck
- Apa yang dimungkinkan oleh oftalmoskop?
- Melihat retina mata hidup
- Mengukur pendengaran
- Menghitung kuncup pengecap
- Merekam gelombang otak
- Pada tahun berapa Ikeda mengenali umami?
- Hadiah Nobel Gullstrand diberikan atas penelitian tentang...
- Cara mata membiaskan cahaya
- Cara kuncup pengecap tumbuh
- Cara telinga mendengar nada rendah
- Cara kerja nyeri
- Indra mana yang dijelaskan oleh Axel dan Buck?
- Penciuman
- Pendengaran
- Sentuhan
- Penglihatan
- Berapa tahun berlalu antara makalah Axel dan Buck (1991) dan Hadiah Nobel mereka (2004)?
- Berapa tahun berlalu antara penamaan umami oleh Ikeda (1908) dan pengakuannya sebagai rasa dasar pada pertengahan 1980-an? Gunakan 1985.
- Urutkan penemuan ini berdasarkan waktu.
- Apa yang dibayangkan Descartes menghubungkan kulit dengan otak?
- Benang
- Tabung udara
- Berkas cahaya
- Sungai darah
- Siapa yang bersama-sama menerima Hadiah Nobel 1981 atas penelitian pengolahan informasi visual?
- David Hubel dan Torsten Wiesel
- Axel dan Buck
- Julius dan Patapoutian
- McGurk dan MacDonald
- 1660-an: Mariotte menemukan bintik buta. 1851: oftalmoskop Helmholtz.
- 1908: Ikeda menamai umami; diterima sebagai rasa dasar pada pertengahan 1980-an.
- Hadiah Nobel: Gullstrand 1911 (optika mata), Békésy 1961 (koklea), Hubel dan Wiesel 1981 (penglihatan).
- Axel dan Buck: reseptor bau (1991, Nobel 2004).
- Julius dan Patapoutian: kanal TRPV1, TRPM8, dan Piezo (Nobel 2021).
Ini adalah materi pendidikan tentang susunan dan cara kerja tubuh. Ini bukan nasihat medis dan tidak untuk mendiagnosis atau mengobati siapa pun.
Sumber kursus ini (15)
- OpenStax Anatomy and Physiology 2e, 14.1 Sensory Perception (receptors, taste, smell, hearing, balance, vision, somatosensation; openstax.org/books/anatomy-and-physiology-2e/pages/14-1-sensory-perception)
- NIH National Eye Institute "How the eyes work", "Nearsightedness (myopia)", "Farsightedness (hyperopia)", "Presbyopia" (nei.nih.gov)
- NIH NIDCD "How do we hear?", "Balance disorders", "Smell disorders", "Taste disorders" (nidcd.nih.gov)
- NobelPrize.org press releases 2004 (Axel and Buck, odorant receptors) and 2021 (Julius and Patapoutian, temperature and touch)
- facts pages 1911 (Gullstrand)
- 1961 (Békésy)
- JAMA Ophthalmology 1999 "Gullstrand, Einstein, and the Nobel Prize" (1967 and 1981 vision prizes)
- PubMed 17574069 (Mariotte and the blind spot)
- PubMed 30295065 (Helmholtz ophthalmoscope, 1851)
- PubMed 19640953 (Ikeda, umami, 1908)
- McGurk and MacDonald, Nature 264, 746 (1976)
- Addams 1834 waterfall illusion (Illusions Index; PMC5016818)
- Müller-Lyer 1889 (Wiley Encyclopedia of Cross-Cultural Psychology)
- blind spot filling-in: American Academy of Ophthalmology "Blind Spot" (aao.org) and Li et al. 2014 (PMC4103407)
- motion aftereffect as adaptation: Bach, Visual Phenomena (michaelbach.de/ot/mot-adapt)
Diperiksa: 2026-10-17